Pengaruh Kekentalan Oli Pada Mesin

Setiap kendaraan bermotor dipastikan membutuh oli pada mesinnya. Namun, tak sedikit masyarakat tidak mengetahui bahwa setiap kendaraan bermotor oli mesin yang digunakan juga berbeda – beda. Misalnya saja motor matic dengan motor bergigi, dari kedua jenis motor tersebut oli mesin yang digunakan juga berbeda. Hal ini dikarenakan pembakaran atau aktifitas mesin saat motor berjalan juga berbeda.

Oli mesin berfungsi sangat penting bagi mesin kendaraan. Maka dari itu, dianjurkan untuk mengganti mesin setial 2.000 – 2.500 km. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas oli tetap baik didalam mesin. Sehingga, fungsi oli mesin pada motor dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa fungsi oli mesin pada kendaraan :

  1. Oli mesin berfungsi sebagai pendingin dalam mesin yang nantinya akan membawa hawa panas dari dalam mesin menuju keluar mesin. Bisa dibayangkan jika anda sampai kehabisan oli, mesin akan panas dan dapat berakibat kebakaran mesin.
  2. Sebagai pelindung mesin, didalam mesin kendaaraan komponen – koponennya bergerak dengan cara bergesekan. Oli berperan dalam melapisi komponen – komponen tersebut untuk meminimalisir gesekan yang akan menggerus komponen mesin dalam kendaraan.
  3. Pembersih mesin, oli yang terdapat dalam mesin akan melindungi dan membawa kotoran – kotoran keluar. Jika anda melihat oli motor bekas yang berwarna hitam, hal itu dikarenakan sudah bercampur dengan kotoran – kotoran yang dibawa.

Setiap merk kendaraan bermotor pasti memiliki rekomendasi oli yang cocok untuk motor tersebut. Hal ini dikarenakan setiap pabrik motor merk tertentu pasti mengeluarkan produk oli mesin yang dianjurkan untuk motor tersebut.

Pasalnya setiap oli mesin dengan berbagai merk yang dijual memiliki spesifikasi berbeda – beda yang paling jelas terlihat adalah jenis kekentalan. Disetiap oli pasti memiliki kekentalan yang berbeda – beda kekentalan ini akan sangat berpengaruh pada kondisi mesin motor anda. Lalu bagaimana jadinya jika anda salah memilih kekentalan oli ? berikut adalah beberapa efek yang ditimbulakan.

1. Kekentalan Oli Rendah

  • Menggerus Mesin Secara Perlahan
    Penggunaan oli yang terlalu encer akan menambah gesekaan antar komponen mesin dibandingkan oli yang memiliki kekentalan cukup. Jika hal ini berlangsung dalam jangka panjang, bisa menyebabkan aus pada komponen mesin motor terutama piston motor.
  • Mesin Lebih Cepat Panas
    Kekentalan oli yang tidak sesuai anjuran (terlalu encer) akan berakibat mesin cepat panas. Walaupun, efek ini tidak bisa langsung terasa akan tetapi akan mempengaruhi kondisi mesin dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan oli tidak mampu melapisi mesin secara sempurna, sehingga kurang maksimal menjalankan fungsinya sebagai pendingin mesin.
  • Asap Kendaraan
    Tidak bisa dipungkiri bahwa kendaraan bermotor mengeluarkan emisi asap karbon monoksida. Penggunaan oli yang terlalu kental akan berdampak pada asap kendaraan bermotor semakin banyak. Hal ini dikarenakan oli yang terlalu kental ikut keluar ke pembuangan dan menjadi asap.

2. Kekentalan Oli Tinggi

  • Boros Bahan Bakar Mesin
    Penggunaan oli mesin yang terlalu kental akan mengakibatkan BBM menjadi lebih boros. Walaupun tidak terlalu signifikan, akan tetapi jika berlangsung lama juga tidak baik. Hal ini dikarenakan pergerakan piston motor dalam mesin akan lebih “seret” daripada menggunakan oli mesin yang sesuai. Sehingga, bahan bakar yang digunakan akan lebih banyak untuk mengerakkan piston tersebut.
  • Proses Starter Lebih Berat
    Proses starter merupakan pergerakan mesin setelah mati. Saat distarter dengan pemacu aki motor kemudian mesin menyala. Jika oli yang digunakan terlalu kental, proses starter motor akan terasa lebih berat dan lama.

Demikian ulasan mengenai Pengaruh Keketalan Oli Pada Mesin, untuk mendapatkan oli yang sesuai anda bisa menggantinya di bengkel resmi keluaran merk kendaraan tersebut.

Sekian

Tinggalkan komentar