Mengenal Penyebab Diare pada Anak

Diare adalah salah satu masalah pencernaan yang banyak dialami oleh orang dewasa maupun anal-anak. Penyebab umum dari diare adalah infeksi yang menyerang organ pencernaan maupun bakteri yang masuk melalui makanan. Probiotik untuk anak diare dan intoleran laktose bisa digunakan untuk metode penyembuhan, namun Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Penyebab Diare pada Anak

1. Bakteri
Gangguan pencernaan juga seringkali disebabkan oleh masukna virus ke dalam tubuh. Anak-anak lebih rentan terhadap paparan bakteri ketimbang orang dewasa sehingga kondisinya lebih sensitif. Bakteri yang sering menjadi penyebab diare adalah Salmonella dan Escherichia coli. Kedua bakteri tersebut menyerang pencernaan anak-anak dan kasusnya seringkali terjadi di lingkungan non higienis.

Yang perlu dilakukan untuk menghindari bakteri tersebut adalah dengan sering mencuci tangan setelah melakukan kegiatan dan sebelum makan. Pastikan tempat makan selalu bersih dan mengonsumsi air yang berkualitas. Anak-anak juga perlu memperhatikan jajanan yang rentan terpapar bakteri Salmonella.

2. Virus rotavirus
Virus yang satu ini menjadi penyebab utama terjangkitnya diare pada anak-anak. Sebelum diare, anak-anak biasanya mengalami demam tinggi disertai muntah, kemudian diikuti dengan dehidrasi. Virus ini berkembang dengan cepat terutama di negara berkembang dengan tingkat higienis yang rendah. Jika tidak ditangani dengan cepat, penderitanya bisa dehidrasi dan meninggal dunia.

Jika anak Anda mengalami diare akut disertai sakit perut, patut dicurigai bahwa penyebab utamanya adalah rotavirus. Virus dapat menyebar dengan cepat ke lingkungan melalui kontak fisik, makanan, air, kontaminasi benda sekitar peenderita, dan juga tangan. Anak perlu mendapatkan penanganan secepatnya seperti konsumsi produk dengan probiotik yang dapat dipesan di https://www.goapotik.com/

3. Makanan
Beberapa orang memang rentan terhadap makanan yang dikonsumsinya, terutama berupa jajanan sembarangan. Paparan debu atau udara bebas memicu hinggapnya bakteri maupun virus pada makanan. Jika dikonsumsi oleh anak-anak dengan kerentanan diare tinggi, maka akibatnya bisa berbahaya bagi mereka. Penyebab lainnya adalah makanan yang terlalu pedas atau alergi makanan tertentu seperti kacang.

4. Antibiotik
Jika anak Anda tiba-tiba saja mengalami diare di tengah masa pengobatan, bisa jadi obat yang dikonsumsinya berupa antibiotik dan tubuhnya sensitif terhadap kandungan bahan-bahannya. Hal ini berkaitan dengan perannya yang dapat membunuh bakteri alami pada saluran pencernaan dan malah memancing diare.

Tinggalkan komentar